Oleh: chemyroman | Juni 15, 2013

Puisi Yang Lelah

menunggu

Hey.. Letakkan penamu!
Berhentilah menitipkan beban hatimu padaku!
Kebodohanmu, ketakutanmu, penyesalanmu, slalu jadi organ tubuhku.
Seakan-akan aku hanya sebatas tempat sampah penuh tissue basah di pojokan kamarmu.

Kau kira aku tak letih?
Setiap hari kau ciptakan aku dengan merintih.
Kau kira aku tak sedih?
Menggoreskan cerita cintamu yang tertatih.

Aku merindukan saat-saat kau ciptakan aku dengan tawa.
Aku memimpikan tubuhku berisi warna.
Aku ingin sekali ada yang membaca tubuhku dengan tawa..
Bukan wajah-wajah yang bermuram durja.

Berhentilah menangisi wanita.
Sambutlah sisi cerah lain dari dunia.
Usaplah bayang-bayang wanita yang telah menutupi retina.
Karena dia lah yang sudah membuatmu buta.

Sebenarnya, aku tak keberatan saat tubuhku kau isi bait-bait luka..
Asal setidaknya, kau berani menunjukan aku kepadanya..
Aku letih kau jadikan lukisan hitam..
Yang selalu tenggelam di saat malam..

Sudahlah.. Cepatlah pergi dari sini..
Keluarlah, dan sambut mentari pagi..
Lihatlah warna lain yang lebih abadi.
Warna berseri yang bernama Persahabatan sejati.

By: Alitt Susanto a.k.a @shitlicious


Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

LeonnaDenisa

Hakunamatata (^o^)/

%d blogger menyukai ini: