Oleh: chemyroman | Desember 19, 2012

Skripsi Oh Skripsi

Hari ini gue galau banget. kenapa, ditolak cewek? Bukan!! kalau ditolak cewek mah gampang tinggal cari lagi cewek lain buat ditembakšŸ™‚. trus apa dong? ya ini adalah kegalauan gue karna skripsi yang gak kelar-kelar. trus masalahnya dimana? ya hari ini adalah untuk kedua kali permohonan maaf dan laporan gue ditolak. Koq bisa? iya bisa! masalah ini berawal karena laporan skripsi yang terlalu lama gue tinggal, gue down waktu itu hingga semangat untuk mengerjakan skripsi gue jadi hilang. Gue down banget ketika gue terpaksa mengulang mata kuliah karna tuntukan IPK yang tidak mencapai standard. Nah karna mengulang mata kuliah itu alhasil kelulusan gue jadi tertunda karna harus menyelesaikan semua mata kuliah yang merupakanĀ  syarat sah wajib untuk sidang kompre.

Oke balik lagi kelaporan skripsi yang lama gue abaikan, dengan mengumpulkan semangat sedikit demi sedikit akhirnya gue tergerak juga untuk menggarap revisian gue yang udah mulai berkarat itu, setelah laporan selesai, besoknya gue lansung menghadap si bos (Dosen) yang punya proyek penelitian yang gue ikutin. Setelah berdikusi tentang isi dari laporan gue, beliau bilang kalau sebaiknya variabel penelitian gue diganti, lho koq bisa? iya ini karna berkaitan dengan peraturan Dikti (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) yang baru yaitu tentang penerbitan jurnal dari laporan skripsi mahasiswa S1 yang dimulai dari tanggal satu September. Berhubung gue belum selesai juga sampai peraturan itu berlaku beliau meminta gue untuk ngerubah variabel penelitian gue, ya karna gue dan beliau sama-sama harus menerbitkan jurnal sedangkan peraturan penerbitan jurnal tidak diperbolehkan menerbitkan jurnal sama karna salah satu akan dianggap plagiat. Nah itulah yang menjadi alasan kenapa gue harus merubah variabel penelitian, gue sih gak keberatan dan menerimanya dengan senang hati karena perubahan variabelnya juga gak jauh beda dan malah lebih mudah dari sebelumnya.

Setelah diskusi itu, beberapa hari kemudian saya menghadap pembimbing satu gue untuk berkonsultasi masalah laporan dan perubahan pada variabel gue, dengan membawa laporan yang sudah gue rubah, setelah menjelaskan alasan perubahan variabel yang gue lakukakan, akhirnya beliau bisa menerima perubahan itu, dan pas mau keluar dari ruang bimbingn gue diminta untuk mempersiapkan berkas-berkas persyaratan kompre, wih gue girang banget dengernya, dan besoknya gue lansung menghadap ke pembimbing dua dengan penuh semangat.

Dengan semangat yang menggebu-gebu hari itu gue berniat menghadap pembimbing dua, tanpa langkah ragu gue lansung menuju keruang beliau dan kebetulan beliau sedang juga sedang berada diruangan, gue lansung dipersilakan masuk dan duduk depan beliau, nah waktu itu gue lansung cerita maksud dan tujuan gue yaitu perubahan variabel pada laporan gue sambil nyodorin laporan yang udah gue rubah, nah dari sinilah kesalahan besar gue berawal, beliau kaget dan keberatan atas perubahan itu, ditambah lagi kesalah pahaman beliau terhadap tujuan gue konsultasi. ya gue dianggap telah mengabaikan pendapat beliau karena gue ngerubah variabel tanpa sepengetahuan beliau, padahal niat gue ya itu tadi gue konsultasi buat meminta izin atau pendapat beliau tentang perubahan variabel gue. Oh damn! gue baru nyadar kalau gue udah terlalu pede buat buat ngerubah laporan sebelum mendapat izin beliau dan gue baru sadar kalau cara gue salah, iya salah banget!! Tapi apa mau dikata gue telat untuk menyadari kesalahan itu, gue udah berusaha menjelaskan kekeliruunĀ  itu dan meminta maaf atas kelancangan yang udah gue lakuakan namun semuanya sia-sia, beliau udah terlanjur murka dan sangat kecewa sama gue hingga akhirnya laporan gue ditolak, asli gue shock banget walaupun beliau mempersilakan gue untuk negelajutin skripsi tapi beliau enggan alias gak sudi untuk merevisi laporan gue lagi sampai laporan gue udah diĀ  acc sama pembimbing satu baru gue boleh ngadep lagi itupun cuman buat tanda tanagan acc aja.

Asli hari itu gue benar-benar bingung harus gimana, gue cerita keteman-teman tentang masalah gue, dan mereka bilang ya udah tinggal lanjutin aja skripsinya, kan tambah enak gak perlu revisi banyak-banyak. Tapi tetap aja gue gak bisa tenang karna gue bakal diabaikan sama pembimbing, dan sejujurnya emang gue masih sangat membutuhkan bimbingan dari beliau untuk kelancaran skripsi gue. Setelah beberapa hari berlalu perasaan gue masih saja ngersa gak tenang dan akhirnya gue mutusin kalau gue harus nemuin beliau lagi untuk meminta maaf dan mecari solusi dari masalah gue dengan harapan beliau bersedia membimbing gue kembali dan mau menerima merevisi laporan gue lagi. Dan tadi sore pas gue mau menghadap pembimbing satu tanapa sengaja gue ketemu beliau (pembimbing dua), dan sama temen-temen gue disaranin buat nemuin beliau, dengan perasaan ragu akhirnya gue putusin buat nemuin beliau dan karna tanpa rencana gue sedikit nervous buat ketemu beliau. Gue mondar mandir didepan ruangan beliau sambil menunggu perasaan gue lebih tenang, asli gue nervous banget.

Setelah mengumpulkan sedikit keberanian dan gue pikir sudah siap untuk maju gue pun akhirnya menemui beliau, dengan wajah pucat pasi gue bertanya kebeliau apakah gue diperkenankan masuk, dan ya beliau memperkenankan gue masuk. mungkin karna beliau ngeliat wajah gue yang pucat pasi beliau pun bertanya ke gue.Ā  “Kenapa kamu koq kelihatannya pucat dan gelisah gitu, belum makan ya atau lagi puasa? dengan suara pelan dan terpatah-patah gue jawab kalau “gue ngerasa bersalah banget atas kelancangan gue kemaren”, kemudian dosen pembimbing gue bilang, “baguslah kalau kamu udah menyadari kesalahan kamu, tapi ini bukan permasalahan maaf, melainkan prosedur,Ā  kalau maaf sih saya bisa memaafkan kamu lagipula kita gak ada permasalah pribadi kan?” tanyanya beliau, yang sulit saya terima itu perubahan variabel kamu yang gak sesuai prosedur” sambung beliau. Nah disini gue mengalami jalan buntu, karna pilihan adalah dilema, disatu sisi gue gak mau jurnal gue ditolak karna dianggap plagiat dan disisi lain gue udah gak sesuai prosedur.Ā  Oh god what should i do…. Tapi diakhir pembicaraan beliau sedikit memberikan harapan buat gue, beliau bilang kalau masalah ini mau dibicarakan dulu dengan pembimbing satu gue. Yah.. gue sih cuman bisa berharap semoga nanti hasil dari keputusan oleh kedua pembimbingĀ  gue memberikan solusi untuk kelanjutan skripsi gue, dan semoga keputusan itu adalah sesuatu yang memudahkan proses penyelesaian skripsi gue dan tentunya keputusan yang membuat gue bahagia. AminšŸ™‚


Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

LeonnaDenisa

Hakunamatata (^o^)/

%d blogger menyukai ini: