Oleh: chemyroman | Juni 6, 2013

Wajib militer di Indonesia, Perlukah?

Gambar

Foto by Tony Hartawan

Menurut saya, saat ini Indonesia belom perlu dilakukan wajib militer dan saya pikir rencana pemerintah tentang wajib militer merupakan suatu kebijakan yang absurd. Mengapa?

Ada beberapa alasan yang menurut saya mengapa Indonesia masih belom perlu diberlakukannya wajib militer:

  1. Pertama karena program wajib militer masih belom jelas urgensinya apa, tujuan , keuntung dan kerugiannya. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan untuk program ini sangatlah besar, padahal masih banyak program lain yang jauh lebih penting dari itu seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang harus dibenahi.
  2. Rakyat Indonesia sendiri masih banyak yang bersedia/ingin mengikuti pendidikan atau kegiatan kemiliteran secara suka rela, dan tanpa diwajibkan pun sudah bejibun (banyak sekali) peminat yang ingin mendaftarkan diri  dan bahkan ada yang sampai “rela menyumbangkan” uangnya lho agar keterima menjadi anggota militer. Namun berdasarkan salah satu sumber  menyatakan bahwa RUU komponen cadangan (wajib militer) akan membatasi penerimaan pendaftaran anggota TNI. “Contoh, jika 10 ribu anggota TNI pensiun tiap tahun, maka nantinya kami hanya buka lowongan delapan ribu saja, sisanya diambil Komponen cadangan”.  What they fucking mean?! Mereka mewajibkan orang-orang yang belum tentu bersedia untuk mengikuti wajib militer tetapi mereka menolak  mereka yang bersedia secara suka rela untuk mengikutinya. So, how do you think? Hmm…
  3. RUU yang mengatur tentang syarat siapa yang wajib mengikuti pelatihan militer cendrung diskriminatif. Contoh pada Pasal 8 ayat (1) dan (2) bahwa artis atau pengusaha tidak kena wajib militer. Okelah mungkin karena mereka adalah orang yang dianggap produktif, tapi bukankah itu tidak adil, karena setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan dalam mengembangkan diri. RUU komcad juga menyebutkan bahwa setiap warga negara Indonesia yang sudah berumur 18 sampai 45 tahun dan memenuhi syarat wajib mengikuti pelatihan militer. Bahkan, menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan akan ada sanksi bagi yang menolak. “Jika seorang warga negara memenuhi persyaratan, tapi sengaja tidak mematuhi panggilan, akan dipenjara maksimal satu tahun,”. Pasal 38 RUU memang menyebut hukuman maksimal penjara satu tahun bila menolak atau melakukan tipu muslihat. Pasal lain yang tidak kalah menakutkan dari RUU komcad adalah “individu atau lembaga wajib menyerahkan sumber daya alam, sumber daya buatan untuk digunakan sebagai komponen cadangan pertahanan. Bila menolak menyerahkan, maka bakal dipenjara selama satu tahun”.  Ini merupakan perampasan hak yang mengatasnamakan kepentingan negara.  Pasal ini dikwatirkan akan melemahkan motivasi sebagian orang dalam mengembangkan diri/usaha. Mungkin sebagian orang akan berpikir buat apa saya bekerja keras jika suatu saat hasil kerja keras yang saya lakukan harus saya relakan untuk kepenting yang mereka sebut “bangsa”. Oh ya satu lagi katanya warga negara yang dipanggil akan melakukan latihan kemiliteran selama lima tahun. Lalu setelah itu mau dikemanakan mereka? Apakah akan sama nasibnya seperti sebagian veteran perang di AS sana yang hidup dijalanan menjadi tunawisma? Saya harap pemerintah sudah mempersiapkan itu jika memang RUU wajib militer disahkan.
  4. Bukannya saya suudzon tapi anda taulah bagaimana pejabat di negeri ini, saya khawatir kalau kebijakan pemerintah tentang wajib militer hanyalah program abal-abal yang dijadikan “lahan tambang” untuk meraup keuntungn pribadi. Mungkin anda pernah mendengar dari teman-teman atau orang-orang tentang bagaimana susahnya untuk masuk dalam suatu instansi pemerintah, termasuk untuk menjadi anggota militer sebelum sekarang yang rencananya akan diwajibkan, dan sudah menjadi rahasia umum tentang apa? berapa? dan siapa? Yang harus anda miliki/sediakan untuk bisa lolos seleksi, walaupun gak semuanya gitu sih (but i hope it’s not true).
  5. Saya mendengar berbagai tanggapan tentang wajib militer, tapi yang menarik adalah  sebagian orang beranggapan bahwa wajib militer mampu membebaskan negeri ini dari kasus korupsi. Hey….. wake up guys! Itu teori dari mana??. Apakah anda belum pernah  mendengar tentang rekening gendut jendral dsb? Kemampuaan militer tidak menjamin suatu individu untuk tidak melakukan korupsi, bahkan orang-orang yang mengerti hukum, mengerti agama pun tidak lepas dari kasus korupsi. Contoh kasus korupsi yang melibatkan jaksa, hakim, dan bahkan pejabat departemen agama. So, apakah anda masih berpikir jika pendidikan militer akan menjamin bangsa ini terbebas dari praktek korupsi. (saya tidak yakin tapi semoga anggapan itu benar).

Saya menolak kebijakan wajib militer bukan karna saya tidak mencintai bangsa ini, tapi karna  saya pikir bangsa ini masih belom benar-benar memerlukan wajib militer, masih banyak hal lain yang perlu dibenahi dalam program yang harusnya diprioritaskan dalam membangun kemajuan bangsa ini.  Saya mencintai negeri ini seperti saya mencintai diri saya sendiri.

 Just In My Humble Opinion

*Dikutip dari berbagai sumber


Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

LeonnaDenisa

Hakunamatata (^o^)/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: